Tuban–Lamongan — Dalam rangka menumbuhkan kecintaan terhadap para ulama dan meneladani perjuangan penyebar Islam di tanah Jawa, Pondok Pesantren Safinatul Huda (Safinda) Pacet menggelar kegiatan Rihlah Ziarah pada Rabu, 24 Juni 2026. Kegiatan ini diikuti oleh para santri bersama asatidz dengan penuh antusias dan khidmat.
Rombongan berangkat dari pesantren sejak pukul 06.30 WIB menuju kawasan pesisir utara Jawa Timur. Tujuan pertama adalah Makam Sunan Bonang di Tuban. Rombongan tiba dan melaksanakan ziarah pada pukul 10.30 hingga 13.00 WIB, diisi dengan lantunan tahlil, istighatsah, serta doa bersama untuk sang wali. Sunan Bonang dikenal sebagai salah satu anggota Wali Songo yang berjasa besar dalam menyebarkan ajaran Islam dengan pendekatan budaya dan kearifan lokal.
Usai berziarah di Tuban, perjalanan dilanjutkan menuju Pantai Semilir untuk rekreasi dan istirahat. Suasana pantai yang sejuk serta pemandangan laut yang indah menjadi momen penyegaran sekaligus mempererat kebersamaan dan keakraban antara santri dan asatidz. Canda tawa mewarnai kegiatan di pantai yang berlangsung hingga menjelang waktu maghrib.
Selepas maghrib, rangkaian ziarah kembali dilanjutkan menuju Makam Syekh Maulana Ishaq di Lamongan. Rombongan tiba di lokasi sekitar pukul 18.00 WIB. Syekh Maulana Ishaq merupakan ulama penyebar Islam yang juga dikenal sebagai ayahanda dari Sunan Giri. Sebagai penutup rangkaian rihlah, rombongan melanjutkan perjalanan menuju Makam Sunan Drajat dan tiba sekitar pukul 20.30 WIB. Sunan Drajat dikenal sebagai salah satu Wali Songo yang masyhur dengan ajaran kepedulian sosial dan kedermawanannya. Di setiap lokasi, para santri dan asatidz bersama-sama memanjatkan doa dan tahlil bagi para auliya.
Salah seorang asatidz menyampaikan bahwa rihlah ziarah ini bukan sekadar perjalanan wisata religi, melainkan sarana pendidikan ruhani agar para santri semakin mencintai para ulama, memuliakan ilmu, serta termotivasi untuk meneruskan estafet perjuangan dakwah di masa mendatang. Melalui kegiatan ini, para santri diajak mengenal lebih dekat sejarah dakwah Islam di Nusantara sekaligus meneladani keikhlasan dan kegigihan para wali dalam berjuang.
Seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar, dan rombongan tiba kembali di pondok pesantren pada pukul 01.30 dini hari. Kegiatan rihlah ziarah ini diharapkan dapat menanamkan nilai-nilai keteladanan para wali dalam diri setiap santri, memperkuat ukhuwah, serta menjadi penyemangat untuk terus belajar dan berkhidmat. Segenap keluarga besar Pondok Pesantren Safinatul Huda Pacet berharap kegiatan serupa dapat terus diselenggarakan sebagai bagian dari pembinaan ruhani dan pengenalan sejarah Islam kepada para santri.